Minggu, 25 Januari 2015

All-New Ford Everest Meluncur Perdana di Beijing

 Ford resmi meluncurkan SUV 7-penumpang, All-New Everest secara perdana di Beijing, China, Kamis (13/11/2014). Sebagai awalan, SUV semua medan ini bakal dipasarkan di sembilan negara Asia-Pasifik antara lain, China, Australia, Selandia Baru, India, negara Asia Tenggara dan Afrika Selatan.
 

Peluncuran perdana All-New Everest di China ini bukan tanpa alasan. President Ford Asia Pacific David Schoch menjelaskan, China adalah pasar otomotif dengan pertumbuhan terbesar di dunia, dan SUV adalah salah satu model yang digemari di dunia, khususnya China. Untuk itulah Ford memilih China sebagai salah satu basis produksi Everest terbaru, bekerja sama dengan perusahaan lokal JMC.

Schoch melanjutkan, All-New Everst dihadirkan sebagai kendaraan buat penggemar adventureyang butuh mobil dengan kemampuan di segala medan, tanpa meninggalkan rasa kenyamanan sebagai SUV.

“Everest adalah kendaraan dengan kemampuan yang hebat, kapasitas 7-penumpang dengan pilihan mesin yang tangguh namun ekonomis. Everest terbaru ini akan menyapa negara-negara Asia Pasifik sebagai permulaan dan berlanjut di seluruh dunia," jelas Schoch pada acara peluncuran Everest.

All-New Everest hadir dalam tiga pilihan mesin, pertama EcoBoost 2,0 liter empat silinder sebagai model dengan efisiensi bahan bakar yang paling baik. Lalu, mesin diesel 2,2 liter Duratorq empat silinder, dan yang paling tinggi mesin diesel 3,2 liter Duratorq lima silinder TDCi. 

“Pilihan tiga mesin ini menunjukan komitmen Ford untuk memberikan pilihan terhadap konsumen dari pasar yang beragam. Kami memilih mesin dengan teknologi terbaik Ford yang mengombinasikan performa dan efisiensi bahan bakar tinggi," tutup Schoch.

Selasa, 20 Januari 2015

Tiga Merek Jerman Jadi “Santapan” di Iklan Jaguar



Di permukaan, persaingan merek-merek premium tersohor mungkin saja dikemas dengan elegan, namun di level pemasaran tidak selalu demikian. Sama seperti permainan sepak bola, mereka diibaratkan timnas yang mewakili nama bangsa bersaing di kompetisi Piala Dunia.
Persaingan iklan antar merek telah berlangsung lama, gaya komunikasinya terus berkembang seperti yang terakhir dilakukan Jaguar. Pekan lalu Jaguar telah menelurkan tiga iklan cetak terbaru bernada provokatif dengan tema “Devour the road” mirip tagline Jaguar XJR 550 tk. Bila diartikan ke bahasa Indonesia tema itu bisa menjadi “melahap jalan”.
Sepertinya memang tidak ada masalah, namun sedikit menggelitik bila melihat gambar yang ditampilkan. Ketiga iklan hasil kreativitas agensi periklanan Y&R Toronto ini mengilustrasikan tiga merek asal Jerman, Mercedes-Benz, BMW, dan Audi sebagai menu makanan siap santap. Mercedes-Benz diibaratkan Quiche, BMW sebagai Blueberries, dan Audi adalah Bagels.
Makna yang tersirat, Jaguar ingin menyindir model pesaing XJR dari tiga manufaktur Jerman itu. Sebagai komparasi, BMW punya M5 dengan paket kompetisi 575 tk, Audi RS6 yang menghasilkan 560 tk, dan Mercedes-AMG 600 tk.
Keempat merek ini terus melakukan kampanye iklan dengan tingkat kreativitas tinggi. Hanya tinggal menunggu waktu sampai akhirnya merek lain menjawab dengan ide segar lain.

Sabtu, 10 Januari 2015

Bos Honda Kenyang Petuah dari Seniornya

Dua mantan bos Honda Motors rela menyempatkan diri untuk menemui Takanobu Ito, Chief Executive Officer Honda, tahun ini. Kedua senior itu memberikan petuah agar Ito lebih fokus menyelesaikan isu kualitas produk. Kunjungan ini sekaligus menambah tekanan di pundak Ito, karena sebelumnya melalui pihak berwenang dan politisi di Amerika Serikat, terkait kasus jutaan unit recall yang terjadi belum lama ini. 
Nobuhiko Kawamoto dan Hiroyuki Yoshino berkunjung secara terpisah ke kantor pusat Honda di Tokyo, Jepang. Menurut tiga orang dalam yang mengetahui kedatangan ini mengatakan, kedua mantan bos Honda itu memberikan pesan yang tegas pada Ito. Mereka mendesak agar Ito bergerak lebih cepat menyangkut isu kualitas yang berisiko merusak citra merek Honda.

Honda menggulirkan kampanye perbaikan massal (recall) mencapai 9,5 juta unit, terdiri dari berbagai macam model, mulai produksi 2008. Masalah utama yang mengakibatkan ini terjadi, adalah kelainan pada kantong udara hasil pasokan perusahaan komponen Takata Corporation. Honda juga melakukan lima kali recall pada Jazz atau Fit berteknologi hibrida, Vezel (HR-V) yang baru diluncurkan akhir 2013, dan sepeda motor Super Cub (diluncurkan sejak 2011).

"Kami tidak tahu bagaimana, tetapi Honda agak lengah di tepi. Kami semua berfikir pasti ada sesuatu yang secara fundamental salah dengan perusahaan ini. Tapi, yang dilakukan perusahaan adalah menyelesaikan setiap recall, satu per satu, bukannya secara komprehensif," ," jelas salah satu orang yang mengetahui kedatangan dua mantan bos Honda, dilansir Reuters (12/11/2014).

Kunjungan
Kawamoto, 78, pernah menjabat sebagai CEO Honda periode 1990-1998, mengunjungi Ito, Oktober lalu. Menurut sumber lain, suara Kawamoto terdengar tegas, menyangkut lonjakan jumlah kendaraan yang kena recall oleh Honda.

"Kami rasa ada sedikit rasa krisis di Honda. Frustasi mendorong Kawamoto untuk bergegas menemui Ito, saya tidak yakin kalau Ito mengerti apa maksudnya," lanjut salah satu sumber lain.

Awal tahun ini, Yoshino, 75, yang menjabat CEO Honda periode 1998-2003, mengatakan pada Ito kalau ia harus fokus pada kegiatan operasional hari demi hari di Honda. Ini lebih prioritas ketimbang menerima undangan menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Industri Otomotif Jepang (JAMA).

Meski menyampaikan pesan tegas, kedua mantan CEO Honda itu, tidak menekan Ito untuk mundur dari jabatannya.

Akemi Ando, juru bicara Honda di Tokyo, menolak untuk berkomentar menyangkut informasi ini. "Secara umum, kunjungan dari mantan petinggi perusahaan bukan hal yang aneh. Kami terus menerima masukan dari mereka untuk berbagai macam permasalahan," jelas Ando.

Senin, 05 Januari 2015

Corvette Stingray Terlarang di Korea Selatan

General Motors sepertinya sulit untuk memasarkan mobil sport andalannya, Corvette Stingray di Korea Selatan. Pasalnya, negara itu melarang pemasaran Corvette dianggap melanggar regulasi suara. Regulasi ini terdengar seperti diskriminasi yang dilakukan pelaku faham Komunis.
"Peluncuran generasi ketujuh Corvette harus ditunda karena regulasi suara otomotif. Meskipun peraturan itu bisa menjadi keuntungan bagi industri dalam jangka pendek, tetapi bagaimana jika berlangsung lama," jelas Sergio Rocha, Chief Executive Officer Chevrolet Korea dilansir Autoevolution (12/11/2014).

Peraturan
Rocha memastikan, kalau sampai di cap Komunis akan menjadi hal terakhir yang ingin didengar oleh pihak berwenang Korsel. "Tapi, hukum itu memang terdengar seperti itu, bagi saya," gurau Rocha ketika ditanya sejumlah wartawan. 

Lantas, lanjut Rocha, apakah nanti akan ada pembatasan mobil dengan plat nomor yang berbeda dan harus dikendarai pada hari yang ditentukan? Terkait hal ini, Rocha mencontohkan Kota Paris yang sudah mencoba hal seperti ini awal tahun ini, hanya berakibat penurunan setelah peraturan resmi diterapkan. Tapi, itu bukan menjadi hukum berbau komunis pertama yang saya ketahui dalam beberapa tahun terakhir di Perancis.

Peraturan ini sepertinya cukup membuat frustasi GM di Korsel. Pasalnya, produsen mobil terbesar dari Amerika Serikat itu merupakan pemain utama di Negeri Gingseng itu. Sebut saja, beberapa model seperti Aveo, Spark, Trax, dan Cruze, semuanya dikembangkan dan diproduksi di Korsel. GM bahkan memproduksi Malibu dan Camaro khusus untuk memasok pasar domestik.

Jadi, komentar yang dilayangkan Rocha terdengar bukan seperti gurauan belaka. Lagi pula, setelah semua pekerjaan insinyur GM yang dikerahkan untuk Corvette, Rocha seharusnya memperoleh medali diplomatik karena keahliannya.

Bertolak belakang
Peraturan ini juga dianggap bertolak belakang dengan kondisi industri sebenarnya. Pasalnya, produsen otomotif lokal seperti Hyundai juga tengah berusaha menuju puncak tangga persaingan industri global. Hyundai saat ini tengah mencoba mengembangkan mobil sport, dengan menciptakan Divisi N dan mengujinya di Nurburgring.

Di sisi lain, penjualan Corvette sebelumnya yang minim di Korsel, juga menjadi alasan mengapa GM tidak melobi kebijakkan ini.

Kamis, 25 Desember 2014

Volkswagen Siapkan Penjegal Juke dan HR-V

Volkswagen memberikan indikasi bahwa akan lahir SUV kompak di bawah Tiguan, tapi lebih besar dari Taigun. Spekulasi tersebut dipublikasikan majalah Car di Inggris (12/11/2014), yang juga mengatakan bahwa model ini akan dirilis pada 2018.
SUV baru dari VW itu disebut bakal dibangun di atas platform VW Golf MK8. Artinya, dari ukuran, kompetitor langsung di pasar adalah Nissan Juke atau Honda HR-V. Faktanya, VW sudah pernah menunjukkan konsep T-Roc di Geneva Motor Show 2014 yang juga dibangun dari platform Golf.

Publikasi Car juga menyatakan bahwa nantinya, SUV ini bukan sebagai off-roader sesungguhnya, melainkan sebagai kendaraan perkotaan yang sesekali bisa diajak sedikit berpetualangan, seperti tren dunia saat ini.

Tentu, seperti halnya HR-V yang dibangun dari Jazz, beberapa fitur dan kelengkapan akan menyesuaikan kegunaan sebagai mobil serbabisa. Termasuk di antaranya sistem 4motion AWDkhas VW, ban lebih besar, proteksi underbodyroof rail, fitur-fitur yang berguna di tanjakan, hingga kapasitas tangki bahan bakar lebih banyak.

Jika memang mengacu pada konsep T-Roc, SUV akan punya panjang 4,1 meter. Mesin masih belum bisa ditebak, namun VW sudah punya jantung pacu hebat seperti TSI dan TDI (diesel). Carjuga menyatakan, model ini juga akan dibekali mesin hibrida.

Sabtu, 20 Desember 2014

Pegang Mobil 82 Jam, Pegawai Katering Dapat Subaru Forester

 Kontes daya tahan memegang mobil MediaCorp Subaru Challange 2014 di Civic Plaza, Ngee Ann City, Singapura, dimenangkan kontestan tuan rumah, MG Jaishanker (50). Pria yang berprofesi sebagai pegawai katering itu berhak atas Subaru Forester 2.0i.

Jaishanker mampu bertahan menempelkan telapak tangan pada stiker bergambar mobil selama 82 jam 16 menit. Dia keluar sebagai pemenang ketika saingan kuatnya, Aliza binti Mokhtar tumbang pada Rabu (12/11/2014) pukul 02.00 dini hari.

Kontes daya tahan memegang mobil di Singapura ini terbilang berat. Selain waktunya yang lama, yakni hampir 6 hari, cuaca di negeri bisnis ini juga kurang bersahabat. Hujan turun dari sore hingga malam, terkadang disertai petir dan badai.
Kondisi ini sangat mengganggu kondisi psikologis kontestan. Belum lagi rasa haus, lapar, lelah, dan ngantuk kerap menjadi penyebab kontestan gagal. Bahkan, ada di antara mereka yang gagal karena mengalami halusinasi akibat kelelahan.

"Meski kelelahan mulai menumbangkan finalis lain, Jaishinker tetap fokus demi meraih hadiah utama (Forester 2.0i)," jelas Glenn Tan, Direktur Eksekutif Tan Chong International Ltd, Distributor Subaru Singapura, Rabu (12/11/2014).

Perlu diketahui. hadiah utama setiap negara berbeda. Untuk Indonesia, jika kontestannya mampu memenangkan kontes, maka hadiah utamanya berupa Subaru XV.

Rekor baruSelain menjadi juara tahun ini, Jaishanker juga mencetak rekor baru memegang mobil berhari-hari. Sebelumnya, rekor terlama diraih oleh George Lee asal Singapura pada 2008 dengan waktu 81 jam 32 menit. "Saya senang mencetak rekor baru. George Lee adalah atlet yang hebat dan saya fokuskan untuk mengalahkan rekor dia 81 jam," ucap Jaishanker.

Glenn Tan mengapresiasi kemampuan Jaishanker mencetak rekor baru memegang mobil. "Kita menyaksikan dua tonggak spektakuler hari ini. Selain sebagai pemenang, dia (Jaishanker) juga memecahkan rekor baru dengan waktu yang luar biasa," puji Glenn.

Jumat, 05 Desember 2014

"Ball Joint" Bermasalah, Camry Kena Recall

Toyota Motor Corporation mengumumkan recall terhadap sekitar 361.800 kendaraan di seluruh dunia, termasuk sedan Camry. Seperti dilansirReuters (12/11/2014), sebagian besar menimpa produk yang tersebar di Jepang dan Eropa.
Dari jumlah tersebut, Toyota membaginya menjadi tiga bagian dengan kasus yang berbeda. 170.000 unit Camry, termasuk 120.000 di Eropa dan Amerika, produksi antara Maret 2011 hingga Agustus 2014, harus ditarik karena masalah ball joint pada sistem kaki-kaki.

Dijelaskan, komponen ini terindikasi rusak selama pengapalan. Efeknya, berpotensi menyebabkan pengemudi kehilangan kendali kendaraan. Toyota akan mengganti ball jointdengan yang baru jika diperlukan.

Selain Camry, Toyota juga menarik sekitar 105.800 unit kendaraan. Pertama adalah Hiace yang kebanyakan diproduksi di Jepang karena masalah pipa bahan bakar. Selain itu, 86.000 unit Crown dan Crown Majesta juga di-recall karena masalah sabuk keselamatan.

Tidak dijelaskan biaya yang harus dikeluarkan Toyota karena masalah ini. Namun, produsen mobil terbesar di dunia itu melaporkan tidak ada laporan tabrakan atau cedera karena masalah-masalah tersebut di atas.